Kamis, 24 Oktober 2019

Simulasi Tiket Konser


Dalam kehidupan sehari-hari antrian sering ditemukan, seperti menunggu loket bioskop, antrian pada loket bank dan antrian kasir swalayan. Fasilitas layanan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan atau kapasitas dapat menyebabkan antrian, sehingga pengguna fasilitas harus menunggu. Seperti pada contoh kasus Open Gate Concert pada acara Engineering Expo memiliki waktu antrian maksimal 592 detik dengan jumlah antrian maksimal 9 orang hingga dilayani. Hal ini dapat menyebabkan pelanggan menunggu cukup lama untuk memasuki area konser. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya pengelolaan operator loket sehingga dapat mengatur kapan harus membuka loket baru sehingga tidak terjadi antrian. Kali ini kita akan membahas masalah mengenai model antrian pada Konser yang berada di acara Engineering Expo. Dari hasil analisis yang telah didapat diketahui nilai-nilai performansi sistem antrian seperti waiting time, number in, number out, dan number waiting. Pada penelitian yang dilakukan di konser ini menggunakan software arena 14.0 untuk membuat model simulasi dari sistem antrian. Panitia diharapkan dapat menerapkan kebijakan kapan harus membuka loket baru sehingga tidak ada loket yang menganggur (idle) atau terlalu sibuk (busy) sehingga pelayanan untuk pelanggan konser maksimal.

Batasan masalah pada kasus ini adalah :
1. Penelitian dilakukan pada antrian open gate concert
2. Penelitian dilakukan pada check in ticket
3. Pengamatan dilakukan dalam durasi 1 jam (13.00-14.00)

Penelitian ini menggunakan beberapa asumsi yaitu:
1. Diasumsikan tidak ada pelanggan yang membatalkan transaksi
2. Kedatangan pelanggan berkelompok dihitung satu yang masuk ke dalam system antrian
3. Diasumsikan 75% pelanggan memasuki area konser dan 25% lainnya keluar untuk menunggu mulainya acara. 

Pada tahap ini akan dianalisa kinerja antrian pada konser menggunakan software arena.  
Tabel. Data Hasil Pengamatan


Pelanggan ke-
Waktu Kedatangan Pelanggan
(detik)
Waktu Selesai Dilayani
(detik)
Waktu Pelayanan (detik)
Waktu antar kedatangan
1
20
80
40
20
2
45
105
35
25
3
50
101
46
5
4
120
230
40
70
5
172
280
56
52
6
242
356
44
70
7
327
472
60
85
8
379
478
47
52
9
418
501
44
39
10
467
574
58
49
11
535
640
37
68
12
656
830
53
121
13
706
835
79
50
14
739
807
35
33
15
829
946
27
90
16
898
1082
115
69
17
953
1073
65
55
18
1018
1123
40
65
19
1073
1215
87
55
20
1143
1262
49
70
21
1173
1267
64
30
22
1253
1371
38
80
23
1273
1340
47
20
24
1335
1448
51
62
25
1371
1463
56
36
26
1403
1483
48
32
27
1418
1468
35
15
28
1436
1499
45
18
29
1467
1570
72
31
30
1496
1578
53
29
31
1536
1611
35
40
32
1556
1643
67
20
33
1596
1729
93
40
34
1716
1873
37
120
35
1837
2060
102
121
36
1924
2060
49
87
37
1956
2023
35
32
38
1978
2065
65
22
39
2016
2104
50
38
40
2096
2216
40
80
41
2231
2416
50
135
42
2256
2399
118
25
43
2337
2453
35
81
44
2397
2533
76
60
45
2407
2457
40
10
46
2407
2475
68
0
47
2452
2552
55
45
48
2462
2522
50
10
49
2512
2604
42
50
50
2537
2602
40
25

Jumlah
2713
2537


Rata-rata
54.26
50.74


Standar Deviasi
20.49
31.85



Model Simulasi Arena Kondisi Sekarang

Berikut adalah simulasi antrian pada Open Gate Concert dengan menggunakan software Arena 14.0

Gambar. Model Simulasi Arena 
Berikut adalah tahapan pembuatan simulasi kondisi sistem loket dengan menggunakan software Arena15.0:
a.       Modul Kedatangan
Modul kedatangan pelanggan dibuat dengan create. Pelanggan yang akan membeli tiket merupakan entitas. Tipe data kedatangan pelanggan yaitu Triangular, diisikan pada Type Expression. Jumlah entitas per kedatangan diasumsikan 1 dengan maksimal kedatangan pelanggan adalah 100 orang
b.       Modul Loket Tiket
Pada modul Process merupakan pelayanan Tiket oleh pegawai tiket. Tenaga kerja diisi 1 orang dan Type Pelayanan diisikan Expression dengan jenis data yaitu Gamma.
c.       Modul Selesai
Dispose merupakan titik akhir entitas dalam rancangan model simulasi. Entitas yang telah selesai melalui model simulasi dapat dihitung dengan data record.
d.       Modul Stasiun dan Rute
Modul Stasiun dan Rute digunakan untuk membuat animasi dalam simulasi Arena. Rute menggambarkan titik awal dan titik akhir dari stasiun.
Setelah dibuat model antrian, kemudian simulasi di Run dan didapatkan report yang merupakan output dari sistem antrian tersebut. Banyak pelanggan yang bisa dilayani mencapat 100% yaitu 100 orang. Hal ini terlihat dari Number In dan Number Out entitas pada simulasi ini yaitu 100. Dari nilai wait time dapat diketahui pelanggan loket  menunggu sebelum dilayani maksimum 509 detik atau 8.4 menit dengan waktu rata-rata 146 detik. Dari item total time dapat diketahui lama waktu pegawai melayani pelanggan di loket tiket minimal adalah 61 detik dan maksimum adalah 591 detik dengan rata-rata 374 detik. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan pelanggan belum efisien karena lama pelayanan loket bisa mencapai waktu 10 menit. Dari nilai waktu menunggu (waiting time) dapat diketahui lama menunggu di loket tiket maksimal 509 detik dengan rata-rata 292 detik atau 5 menit. Jumlah pelanggan yang menunggu (number waiting) di loket tiket minimal 0 dan maksimal 9 orang dengan rata-rata 5,5 orang Dilihat dari tingkat utilisasi, kesibukan dan penjadwalan mencapai nilai 98%. Sehingga dapat disimpulkan resource yang tersedia sangat sibuk dalam melayani pelanggan.
Berdasarkan hasil analisis dari model simulasi antrian pada kondisi eksisting, dilakukan usulan perbaikan untuk memperbaiki antrian tiket. Usulan yang diberikan adalah penambahan 1 server loket tiket. Berikut adalah model simulasi antrian.

Berikut adalah usulan simulasi antrian pada Loket Pembelian Tiket:




Gambar. Usulan Model Simulasi Arena 
Pembuatan simulasi dengan menggunakan software Arena14.0 secara garis besar sama dengan pembuatan untuk kondisi eksisting dengan beberapa perbedaan di modul process dan decide.
a.       Modul Process
Pada tahap ini sama seperti pembuatan model arena awal, hanya saja ditambahkan 1 modul process. Hal ini dikarenakan usulan berupa penambahan 1 server dan menambah tenaga kerja loket tiket untuk dapat melayani pembelian.Pada modul Process merupakan pelayanan Tiket oleh pegawai tiket. Tenaga kerja diisi 1 orang dan Type Pelayanan diisikan Expression dengan jenis data distribusi yang didapatkan dari analisis distribusi data yaitu Gamma.

b.       Modul Decide
Pada modul ini, simulasi pelanggan yang akan datang memilih antara 2 server yang tersedia untuk melakukan pembelian tiket. Dalam hal ini dipilih type 2-way by condition dengan Expression Value Loket tiket.WIP <= Loket Tiket 2.WIP, pelanggan yang datang akan otomatis ke loket 2 apabila mendapati loket 1 terdapat antrian/WIP.

Pelanggan datang untuk membeli tiket, apabila petugas loket 1 sedang melayani pelanggan (busy) maka pelanggan akan masuk ke loket 2, apabila keduanya sedang melayani pelanggan maka terjadi antrian pembelian tiket. Setelah dibuat model antrian, kemudian simulasi di Run dan didapatkan report yang merupakan output dari sistem antrian. Banyak pelanggan yang bisa dilayani mencapat 100% yaitu 100 orang. Hal ini terlihat dari Number In dan Number Out entitas pada simulasi ini yaitu 100. Pada nilai wait time dapat diketahui lama waktu pelanggan menunggu sebelum dapat dilayani di loket tiket maksimum 90,46 detik atau 8,4 menit dengan waktu rata-rata 4 detik. Pada nilai item total time dapat diketahui pegawai tiket melayani pelanggan dengan waktu minimum 54 detik dan maksimum adalah 204 detik dengan rata-rata 88 detik. Sehingga dapat disimpulkan pelayanan pelanggan pada loket tiket sudah efisien karena lama pelayanan loket hanya dalam waktu 3,4 menit.
Dapat diketahui bahwa waktu tunggu pelanggan (waiting time) di loket tiket 1 minimal adalah 0,00 detik dan maksimal 65 detik dengan rata-rata 9 detik. Kemudian jumlah antrian (number waiting) di loket tiket 1 maksimal 1 orang dengan rata-rata 0.1 orang. Dilihat dari tingkat utilisasi, kesibukan dan penjadwalan mencapai nilai 66%. Sehingga dapat disimpulkan sumber daya layanan loket tiket yang tersedia telah digunakan secara maksimal. Kemudian pada loket tiket 2 diketahui bahwa waktu tunggu pelanggan (waiting time) maksimal 90 detik dengan rata-rata 6 detik. Kemudian jumlah antrian (number waiting) di loket tiket 2 maksimal 1 orang dengan rata-rata 0.03 orang. Dilihat dari tingkat utilisasi, kesibukan dan penjadwalan mendapatkan nilai 34%. Sehingga dapat disimpulkan sumber daya layanan loket tiket yang tersedia belum digunakan secara maksimal. 

Simpulan

Hasil  dari simulasi antrian yang telah dilakukan pada antrian loket tiket konser adalah sebagai berikut:
a.       Nilai item Number In dan Number Out menunjukan jumlah pelanggan yang bisa dilayani oleh sistem mencapai 100% yaitu 100 orang.
b.       Nilai dari item wait time dapat diketahui bahwa pelanggan menunggu di antrian sebelum layanan di loket maksimum 509 detik dan pada usulan model 90,46 detik.
c.       Berdasarkan hasil item total time pegawai loket melayani pelanggan dengan lama waktu minimal adalah 61 detik dan maksimum adalah 591 detik. Sedangkan pada usulan model, minimum pelayanan adalah 54 detik dan maksimum 204 detik.
d.       Waktu tunggu pelanggan (waiting time) di loket maksimal 592 detik, sedangkan pada model simulasi usulan maksimal waktu tunggu 65 detik.
e.       Banyak antrian (number waiting) di loket tiket maksimal 9 orang dengan rata-rata 5,5 orang. Sedangkan pada usulan maksimal antrian 1 orang pada masing-masing loket. Tingkat kesibukan dan penjadwalan sumber daya mencapai nilai diatas 98%. Dapat disimpulkan bahwa sumber daya layanan loket tiket yang tersedia telah digunakan secara maksimal namun berada dalam keadaan sangat sibuk. Sementara pada model simulasi usulan, pekerja loket 1 memiliki persentase 66% dan pekerja loket 2 sebesar 34%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar